Jakarta, PT Multi Prestasi Mas – Sejarah Persija Jakarta bermula pada 28 November 1928 ketika Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) didirikan di Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta. Dalam perjalanan berikutnya, VIJ berubah menjadi Persija pada 1950 dan berkembang menjadi salah satu klub paling bersejarah dalam sepak bola Indonesia.
Persija bukan sekadar klub sepak bola ibu kota. Sejak masa kolonial, klub ini memiliki hubungan erat dengan perkembangan sepak bola nasional dan menjadi salah satu pencetus berdirinya PSSI pada 19 April 1930.
Hingga 2026, Persija tercatat telah meraih 11 gelar juara nasional, terdiri dari sembilan gelar pada era Perserikatan dan dua gelar pada era Liga Indonesia, yakni 2001 dan 2018. Lalu, bagaimana perjalanan klub berjuluk Macan Kemayoran ini dari 1928 sampai sekarang?
Sejarah Persija Jakarta Dimulai pada 1928
Sejarah Persija Jakarta tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sepak bola di Batavia pada masa Hindia Belanda. Pada masa itu, sepak bola sudah berkembang melalui berbagai perkumpulan dan klub, tetapi masyarakat pribumi juga mulai membangun organisasi sendiri.
Pada 28 November 1928, Soeri dan Alie mendirikan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Menurut profil resmi I.League, VIJ menjadi wadah klub-klub nasionalis di Batavia dan menjadikan sepak bola sebagai bagian dari perjuangan serta identitas kebangsaan.
Apa nama awal Persija Jakarta?
Nama awal Persija adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra atau VIJ.
Nama Jacatra merujuk pada nama lama Jakarta. Pada masa itu, VIJ menjadi salah satu organisasi sepak bola pribumi yang penting di Batavia.
Perubahan nama kemudian menjadi bagian dari proses panjang pembentukan identitas Persija sebagai klub ibu kota.
Kapan Persija Jakarta berdiri?
Persija Jakarta berdiri pada 28 November 1928.
Tanggal tersebut menjadi dasar perayaan hari jadi klub. Persija merayakan ulang tahun ke-96 pada 28 November 2024, sehingga pada 28 November 2026 Persija akan genap berusia 98 tahun.
Jadi, jika kamu mencari “ulang tahun Persija 2026”, tanggalnya adalah:
28 November 2026 — ulang tahun Persija ke-98.
Persija dan Berdirinya PSSI
Sejarah Persija Jakarta kemudian berhubungan langsung dengan sejarah organisasi sepak bola Indonesia. VIJ menjadi salah satu perkumpulan yang berperan dalam proses lahirnya PSSI pada 1930.
PSSI berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta, dan Persija melalui akar sejarah VIJ termasuk bagian penting dalam perkembangan awal federasi sepak bola nasional tersebut.
Hubungan ini membuat Persija bukan hanya klub tua, tetapi juga bagian dari fondasi sepak bola nasional Indonesia.
VIJ kemudian berubah menjadi Persija
Setelah Indonesia memasuki masa kemerdekaan, identitas organisasi sepak bola juga mengalami perubahan.
Pada 1950, VIJ bertransformasi menjadi Persija. Sejak saat itu, nama Persija semakin melekat sebagai representasi sepak bola Jakarta.
Nama tersebut kemudian bertahan hingga sekarang.
Perjalanan Persija di Era Perserikatan
Era Perserikatan merupakan bagian paling penting dalam sejarah awal prestasi Persija. Kompetisi pada masa itu menggunakan sistem perkumpulan atau bond yang sangat erat dengan identitas kota dan daerah.
Persija, melalui VIJ dan kemudian Persija, menjadi salah satu kekuatan utama dalam kompetisi tersebut.
Menurut profil resmi I.League, Persija meraih sembilan gelar juara nasional pada era sebelum Liga Indonesia modern. Gelar tersebut tercatat pada 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979.
Daftar gelar Persija era Perserikatan
Berikut daftar gelar yang dihitung dalam sembilan gelar Perserikatan:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1931 | Juara |
| 1933 | Juara |
| 1934 | Juara |
| 1938 | Juara |
| 1954 | Juara |
| 1964 | Juara |
| 1973 | Juara |
| 1975 | Juara |
| 1979 | Juara |
Catatan penting: beberapa sumber sejarah menuliskan musim dengan rentang tahun seperti 1971–1973, 1973–1975, dan 1978–1979. I.League menggunakan tahun 1973, 1975, dan 1979 dalam daftar 11 gelar nasional Persija.
Mengapa era Perserikatan penting?
Perserikatan bukan sekadar kompetisi sepak bola.
Klub-klub pada masa tersebut membawa identitas daerah. Karena itu, kemenangan Persija memiliki makna yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta.
Tradisi tersebut kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya hingga era Liga Indonesia dan Liga 1.
Persija di Era Liga Indonesia
Perubahan besar terjadi ketika sistem kompetisi sepak bola Indonesia memasuki era profesional. Perserikatan dan Galatama kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia pada 1994.
Persija membutuhkan waktu hingga 2001 untuk kembali memenangkan gelar kompetisi nasional. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar klub pada era modern sebelum akhirnya kembali juara pada 2018.
Persija juara 2001
Persija juara pada 2001 setelah mengalahkan PSM Makassar di partai final.
Gelar tersebut sangat penting karena mengakhiri penantian panjang klub ibu kota untuk kembali menjadi juara kompetisi nasional.
Gelar 2001 juga memiliki arti khusus dalam sejarah bintang Persija karena menjadi gelar nasional ke-10 klub. Persija kemudian menggunakan satu bintang pada logonya sebagai simbol 10 gelar.
Persija Juara Liga 1 2018
Salah satu pertanyaan paling populer terkait sejarah Persija Jakarta adalah “kapan Persija juara?”
Jawabannya, untuk era Liga 1, Persija juara pada 2018.
Persija memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 pada pertandingan terakhir musim. Marko Simic mencetak dua gol dalam laga tersebut. Persija mengakhiri kompetisi dengan 62 poin, unggul satu angka dari PSM Makassar.
Persija mengakhiri puasa gelar 17 tahun
Gelar Liga 1 2018 sangat emosional bagi Persija dan Jakmania.
Sebelum juara pada 2018, Persija terakhir kali menjadi juara kompetisi nasional pada 2001. Artinya, klub harus menunggu 17 tahun untuk kembali mengangkat trofi liga.
Karena itu, musim 2018 menjadi salah satu musim paling bersejarah dalam perjalanan Macan Kemayoran.
Rekor Persija pada Liga 1 2018
Persija menjalani 34 pertandingan pada musim 2018 dengan catatan:
| Statistik | Catatan |
|---|---|
| Pertandingan | 34 |
| Menang | 18 |
| Imbang | 8 |
| Kalah | 8 |
| Poin | 62 |
Persija juga mencatat 18 kemenangan, yang menjadi salah satu catatan terbaik mereka pada musim tersebut.
Persija juga juara Piala Presiden 2018
Menariknya, sebelum menjuarai Liga 1, Persija lebih dahulu memenangkan Piala Presiden 2018.
Di final, Persija mengalahkan Bali United dengan skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 17 Februari 2018. Marko Simic mencetak dua gol, sementara Novri Setiawan mencetak satu gol.
Jadi, 2018 menjadi tahun yang sangat istimewa bagi Persija.
Klub berhasil mengangkat Piala Presiden dan kemudian menutup musim dengan gelar juara Liga 1.
Persija Berapa Kali Juara?
Persija Jakarta telah meraih 11 gelar juara nasional. Angka tersebut merupakan gabungan dari sembilan gelar pada era Perserikatan dan dua gelar pada era Liga Indonesia, yaitu 2001 dan 2018.
Karena itu, penting membedakan istilah 11 kali juara nasional dengan dua kali juara pada era Liga Indonesia/Liga 1.
Jika pertanyaannya adalah “Persija berapa kali juara Liga 1?”, jawaban yang lebih tepat adalah dua gelar pada era kompetisi modern, yakni 2001 dan 2018, dengan catatan bahwa pada 2001 kompetisinya belum bernama Liga 1.
Berapa kali Persija juara Liga 1?
Persija memiliki satu gelar dengan nama Liga 1 secara spesifik, yaitu pada 2018.
Sementara itu, Persija juga juara Divisi Utama Liga Indonesia pada 2001. Karena itu, dalam pembahasan sejarah kompetisi nasional, kedua gelar tersebut biasanya digabung menjadi dua gelar era Liga Indonesia.
Berapa kali Persija juara menurut FIFA?
Untuk pertanyaan ini, jangan menyebut FIFA sebagai sumber resmi angka 11 gelar Persija.
FIFA adalah federasi sepak bola dunia, sedangkan data jumlah gelar domestik Persija dalam konteks ini dicatat oleh I.League dan Persija. Profil I.League mencantumkan Persija telah meraih 11 gelar juara nasional.
Jadi jawaban yang paling aman:
Persija tercatat memiliki 11 gelar juara nasional berdasarkan catatan I.League/Persija, bukan angka yang ditetapkan FIFA.
11 Piala Persija Apa Saja?
Jika yang dimaksud 11 gelar juara nasional Persija, daftarnya adalah:
- 1931
- 1933
- 1934
- 1938
- 1954
- 1964
- 1973
- 1975
- 1979
- 2001
- 2018
I.League secara resmi mencantumkan sebelas tahun tersebut sebagai gelar juara nasional Persija.
Apakah 11 piala Persija termasuk Piala Presiden?
Tidak.
Istilah 11 gelar juara nasional tersebut merujuk pada gelar kompetisi liga/kejuaraan nasional utama, bukan seluruh trofi turnamen yang pernah dimenangkan Persija.
Persija juga pernah memenangkan berbagai turnamen seperti Piala Presiden 2018 dan Piala Menpora 2021. Persija sendiri mencantumkan sejumlah trofi tersebut secara terpisah dari 11 gelar juara nasional.
Jadi, 11 gelar nasional bukan berarti seluruh jumlah trofi dalam lemari Persija hanya 11.
Kenapa Persija Bintang 1?
Pertanyaan “kenapa Persija bintang 1?” cukup sering muncul karena jumlah bintang pada logo Persija berbeda dengan beberapa klub Indonesia lainnya.
Jawabannya adalah Persija menggunakan sistem satu bintang untuk setiap 10 gelar juara liga nasional. Dengan 11 gelar, Persija memiliki satu bintang dan belum mencapai 20 gelar untuk mendapatkan bintang kedua.
Apa arti satu bintang Persija?
Satu bintang pada Persija menandakan klub telah mencapai 10 gelar juara nasional.
Gelar ke-10 diraih Persija pada 2001. Setelah itu, satu bintang mulai memiliki makna khusus dalam identitas klub. Bambang Pamungkas juga menjelaskan bahwa gelar 2001 merupakan gelar ke-10 yang kemudian diartikan dengan satu bintang di dada.
Ketika Persija kembali juara pada 2018, total gelar nasional menjadi 11, tetapi jumlah bintang tetap satu.
Apakah ada aturan PSSI soal jumlah bintang?
Tidak ada ketentuan yang mewajibkan seluruh klub Indonesia menggunakan sistem bintang yang sama.
Karena itu, klub dapat menggunakan pendekatan berbeda. Persija memilih sistem yang menyerupai tradisi Serie A Italia, sementara beberapa klub Indonesia menghitung bintang berdasarkan gelar pada era tertentu.
Inilah alasan jumlah bintang Persija tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan jumlah bintang Persib hanya berdasarkan angka di logo.
Stadion Persija Jakarta
Pertanyaan “stadion Persija Jakarta” juga perlu dijawab berdasarkan konteks musim karena Persija telah menggunakan beberapa stadion sebagai kandang dalam perjalanan sejarahnya.
Pada data kompetisi terbaru yang tersedia, I.League mencantumkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai stadion Persija untuk musim 2025/2026.
Persija juga menjalani pertandingan kandang terakhir musim 2025/2026 di JIS saat menghadapi Semen Padang pada 23 Mei 2026.
Apakah JIS stadion Persija?
Untuk konteks musim 2025/2026, JIS tercatat sebagai stadion Persija di I.League.
Namun, perlu dibedakan antara stadion kandang yang digunakan Persija dan stadion yang dimiliki Persija.
Penggunaan stadion sebagai home venue tidak otomatis berarti klub memiliki stadion tersebut.
Stadion yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Persija
Dalam sejarahnya, Persija pernah menggunakan berbagai stadion di Jakarta dan sekitarnya untuk pertandingan kandang.
Beberapa stadion yang erat dengan perjalanan Persija antara lain:
- Stadion Menteng;
- Stadion Lebak Bulus;
- Stadion Utama Gelora Bung Karno;
- Stadion Patriot Candrabhaga;
- Jakarta International Stadium.
Stadion Menteng memiliki nilai historis yang sangat kuat karena menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah Persija di masa lalu.
Sejarah Persija vs Persib
Sejarah Persija Jakarta juga tidak dapat dipisahkan dari rivalitas dengan Persib Bandung.
Persija dan Persib sama-sama memiliki akar kuat dari era Perserikatan. Keduanya merupakan klub besar dengan sejarah panjang, basis suporter besar, serta identitas daerah yang sangat kuat. Rivalitas kemudian berkembang menjadi salah satu pertandingan paling menarik sekaligus sensitif dalam sepak bola Indonesia.
Kapan rivalitas Persija dan Persib bermula?
Tidak ada satu pertandingan yang dapat disebut sebagai satu-satunya awal rivalitas.
Persaingan memiliki akar sejarah panjang dari kompetisi Perserikatan, ketika Persija mewakili Jakarta dan Persib mewakili Bandung.
Seiring bertambahnya popularitas kedua klub dan berkembangnya kelompok suporter, pertandingan Persija vs Persib kemudian menjadi salah satu laga dengan atmosfer paling kuat di Indonesia.
Persija vs Persib pada Liga 1 2018
Salah satu pertandingan terkenal terjadi pada Liga 1 2018.
Persija mengalahkan Persib 1-0 di Stadion PTIK, Jakarta. Gol kemenangan dicetak Jaimerson da Silva melalui tendangan salto pada menit ke-16.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Persija menuju gelar Liga 1 2018.
Persija dan The Jakmania
Sejarah klub tidak lengkap tanpa membahas suporternya.
The Jakmania menjadi kelompok suporter yang sangat identik dengan Persija Jakarta. Dukungan mereka menjadi bagian penting dari atmosfer pertandingan kandang Persija.
Pada masa Persija meraih gelar Liga 1 2018, dukungan Jakmania menjadi salah satu bagian yang sangat menonjol dalam perjalanan klub.
Mengapa The Jakmania penting bagi Persija?
Hubungan klub dan suporter berkembang menjadi bagian dari identitas Persija.
Bagi banyak pendukung, Persija bukan hanya klub yang bertanding 90 menit. Persija menjadi bagian dari identitas kota dan kebanggaan masyarakat Jakarta.
Namun, dukungan suporter tetap harus dilakukan dengan cara yang aman dan sportif. Rivalitas sepak bola seharusnya tidak berubah menjadi kekerasan atau tindakan yang membahayakan orang lain.
Julukan Persija Jakarta
Persija memiliki julukan yang sangat terkenal, yaitu Macan Kemayoran.
Julukan tersebut telah melekat kuat dengan identitas klub dan sering digunakan dalam pemberitaan maupun komunikasi klub.
Selain itu, Persija juga sering disebut sebagai Macan Kemayoran, sedangkan pendukungnya dikenal sebagai Jakmania.
Mengapa disebut Macan Kemayoran?
Kemayoran merupakan kawasan di Jakarta yang memiliki hubungan kuat dengan sejarah klub dan identitas Jakarta.
Istilah “Macan Kemayoran” kemudian berkembang sebagai simbol kekuatan Persija dan menjadi salah satu identitas paling dikenal dalam sepak bola Indonesia.
Persija pada Era Modern
Persija terus mengalami perubahan setelah era Liga 1 dimulai. Klub harus beradaptasi dengan tuntutan sepak bola profesional, regulasi pemain, transfer, finansial, fasilitas, dan persaingan yang semakin ketat.
Gelar 2018 menjadi puncak penting dalam era modern, tetapi Persija kemudian belum kembali memenangkan kompetisi kasta tertinggi hingga pembaruan artikel ini.
Pada musim 2025/2026, Persija menjalani kompetisi dengan stadion kandang yang tercatat di I.League sebagai Jakarta International Stadium.
Persija menyambut musim 2026/2027
Memasuki musim 2026/2027, Persija memasuki fase baru.
Pada Juni 2026, Persija mengumumkan kerja sama multi-tahun dengan Adidas Indonesia sebagai partner apparel resmi klub. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari persiapan klub menghadapi era baru Super League 2026/2027.
Hal ini menunjukkan bahwa sejarah Persija masih terus berkembang dan belum berhenti pada cerita gelar masa lalu.
Timeline Sejarah Persija Jakarta
Untuk memahami perjalanan Persija secara cepat, berikut timeline pentingnya.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1928 | VIJ didirikan di Batavia |
| 1930 | PSSI berdiri; VIJ menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah awalnya |
| 1931 | VIJ/Persija meraih gelar nasional pertama |
| 1933 | Juara nasional |
| 1934 | Juara nasional |
| 1938 | Juara nasional |
| 1950 | VIJ bertransformasi menjadi Persija |
| 1954 | Juara nasional |
| 1964 | Juara nasional |
| 1973 | Juara nasional |
| 1975 | Juara nasional |
| 1979 | Juara nasional |
| 2001 | Juara kompetisi nasional dan meraih gelar ke-10 |
| 2018 | Juara Liga 1 dan Piala Presiden |
| 2021 | Juara Piala Menpora |
| 2024 | Persija berusia 96 tahun |
| 2026 | Persija memasuki usia 98 tahun pada 28 November |
Dasar daftar 11 gelar nasional berasal dari catatan I.League, sementara trofi turnamen seperti Piala Presiden dan Piala Menpora dicatat secara terpisah.
Prestasi Persija Jakarta
Jika pembahasan dibatasi pada gelar juara nasional utama, Persija memiliki 11 gelar.
Namun, jika seluruh turnamen dan kompetisi yang pernah dimenangkan ikut dihitung, jumlah trofi Persija lebih banyak.
Persija sendiri mencatat beberapa trofi lain seperti Piala Menpora 2021, Piala Presiden 2018, Brunei Invitational Cup, Trofeo Persija, Piala Emas Bang Yos, Piala Fatahillah, Piala Siliwangi, Piala Yusuf, Piala Surya, Piala Marah Halim, Bang Ali Cup, serta sejumlah turnamen lainnya.
Gelar utama Persija
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Gelar juara nasional | 11 |
| Juara era Perserikatan | 9 |
| Juara era Liga Indonesia | 2 |
| Juara dengan nama Liga 1 | 1, yaitu 2018 |
| Piala Presiden | 1, 2018 |
| Piala Menpora | 1, 2021 |
Perlu dicatat bahwa kategori-kategori tersebut tidak boleh dijumlahkan begitu saja karena beberapa merupakan bagian dari kategori trofi yang berbeda.
Persija Juara 2018 dan Pelatih Stefano Cugurra
Keberhasilan Persija menjuarai Liga 1 2018 tidak terlepas dari peran pelatih Stefano Cugurra, yang lebih dikenal sebagai Teco.
Di bawah kepemimpinannya, Persija mampu bangkit setelah menjalani awal musim yang tidak selalu konsisten.
Persija kemudian tampil sangat kuat di penghujung kompetisi dan mengamankan gelar pada pertandingan terakhir.
Pemain penting Persija 2018
Skuad Persija 2018 dihuni sejumlah pemain yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah klub.
Di antaranya:
- Andritany Ardhiyasa;
- Ismed Sofyan;
- Maman Abdurrahman;
- Rezaldi Hehanussa;
- Sandi Sute;
- Rohit Chand;
- Renan Silva;
- Riko Simanjuntak;
- Novri Setiawan;
- Ramdani Lestaluhu;
- Marko Simic.
Marko Simic menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan tersebut, terutama karena mencetak dua gol ketika Persija memastikan gelar Liga 1 2018 melawan Mitra Kukar.
Apa Arti Persija bagi Sepak Bola Indonesia?
Persija memiliki posisi khusus dalam sejarah sepak bola nasional karena usianya hampir mencapai satu abad.
Klub ini melewati beberapa periode besar, mulai dari Hindia Belanda, masa perjuangan kemerdekaan, Perserikatan, era profesional, Liga Indonesia, hingga Liga 1 dan Super League.
Karena itu, membahas Persija tidak hanya berarti membahas hasil pertandingan. Sejarah Persija juga merupakan bagian dari sejarah perkembangan sepak bola Jakarta dan Indonesia.
Persija sebagai klub bersejarah
Ada beberapa alasan mengapa Persija dianggap sebagai klub bersejarah:
- berdiri sejak 1928;
- menjadi bagian dari sejarah awal PSSI;
- memiliki sembilan gelar era Perserikatan;
- memiliki dua gelar era Liga Indonesia;
- memiliki 11 gelar juara nasional;
- memiliki basis suporter besar;
- menjadi salah satu klub paling dikenal di Indonesia;
- memiliki rivalitas panjang dengan Persib;
- dan tetap bertahan di kasta tertinggi dalam perkembangan sepak bola modern.
FAQ Sejarah Persija Jakarta
Kapan Persija Jakarta berdiri?
Persija Jakarta berawal pada 28 November 1928 dengan nama Voetbalbond Indonesia Jacatra atau VIJ. Pada 1950, VIJ bertransformasi menjadi Persija.
Persija Jakarta berdiri tahun berapa?
Persija berdiri pada 1928. Hari jadinya diperingati setiap 28 November.
Berapa umur Persija pada 2026?
Persija akan berusia 98 tahun pada 28 November 2026.
Ulang tahun Persija 2026 tanggal berapa?
Ulang tahun Persija 2026 jatuh pada 28 November 2026. Pada tanggal tersebut Persija genap berusia 98 tahun.
Apa nama awal Persija Jakarta?
Nama awal Persija adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ).
Kapan VIJ berubah menjadi Persija?
VIJ bertransformasi menjadi Persija pada 1950.
Persija juara berapa kali?
Persija telah meraih 11 gelar juara nasional berdasarkan catatan I.League/Persija. Sembilan gelar berasal dari era Perserikatan dan dua dari era Liga Indonesia.
Persija juara Liga 1 berapa kali?
Jika menggunakan nama kompetisi Liga 1 secara spesifik, Persija juara satu kali, yaitu pada 2018.
Namun dalam perhitungan sejarah era Liga Indonesia, Persija memiliki dua gelar, yaitu 2001 dan 2018.
Kapan Persija juara?
Persija terakhir juara kompetisi kasta tertinggi pada 2018. Sebelumnya Persija menjadi juara pada 2001.
Persija juara 2018 melawan siapa?
Persija memastikan gelar Liga 1 2018 setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 pada laga terakhir musim.
Siapa pencetak gol Persija saat juara Liga 1 2018?
Dua gol Persija dalam pertandingan melawan Mitra Kukar dicetak oleh Marko Simic.
Kenapa Persija hanya punya satu bintang?
Persija menggunakan sistem satu bintang untuk setiap 10 gelar juara nasional. Karena total gelarnya 11, Persija masih menggunakan satu bintang.
Apa arti satu bintang di logo Persija?
Satu bintang berarti Persija telah mencapai 10 gelar juara nasional. Gelar ke-10 diraih pada 2001.
Apakah PSSI mengatur jumlah bintang di logo klub?
Tidak ada regulasi khusus PSSI yang mewajibkan seluruh klub menggunakan sistem bintang yang sama. Karena itu, interpretasi bintang dapat berbeda antar klub.
11 piala Persija apa saja?
Jika yang dimaksud 11 gelar juara nasional, gelarnya berasal dari 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, 1979, 2001, dan 2018.
Apakah Piala Presiden 2018 termasuk 11 gelar Persija?
Tidak. Piala Presiden merupakan turnamen tersendiri. Persija menjuarainya pada 2018, tetapi gelar tersebut tidak dihitung sebagai salah satu dari 11 gelar juara nasional.
Berapa kali Persija juara Piala Presiden?
Persija pernah menjadi juara Piala Presiden satu kali, yaitu pada 2018 setelah mengalahkan Bali United 3-0.
Stadion Persija Jakarta sekarang di mana?
Untuk musim 2025/2026, I.League mencantumkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai stadion Persija.
Apa julukan Persija Jakarta?
Julukan Persija adalah Macan Kemayoran.
Siapa rival utama Persija?
Persib Bandung merupakan salah satu rival paling dikenal Persija. Pertandingan keduanya dikenal sebagai salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Kapan Persija vs Persib menjadi rivalitas?
Rivalitas Persija dan Persib memiliki akar panjang dari era Perserikatan dan kemudian semakin kuat seiring berkembangnya kompetisi profesional serta basis suporter kedua klub.
Persija pernah mengalahkan Persib pada 2018?
Ya. Persija menang 1-0 atas Persib pada pertandingan Liga 1 2018 di Stadion PTIK. Gol kemenangan dicetak Jaimerson da Silva.
Berapa umur Persija sekarang?
Per 12 Agustus 2026, Persija berusia 97 tahun dan akan genap 98 tahun pada 28 November 2026.
Apakah Persija pernah terdegradasi?
Dalam konteks sejarah kasta tertinggi modern, Persija dikenal sebagai salah satu klub yang konsisten berada di level teratas. Namun, klaim “tidak pernah degradasi sepanjang seluruh sejarah” harus dibedakan berdasarkan definisi era dan format kompetisi yang digunakan.
Apakah Persija masih bermain di kasta tertinggi pada 2026?
Ya. I.League mencatat Persija sebagai peserta kompetisi kasta tertinggi dan memasuki musim Super League 2026/2027. Klub juga mempersiapkan era baru bersama partner apparel Adidas.
Kesimpulan
Sejarah Persija Jakarta dimulai pada 28 November 1928 ketika Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) didirikan di Batavia. VIJ kemudian bertransformasi menjadi Persija pada 1950 dan berkembang menjadi salah satu klub paling bersejarah di Indonesia.
Persija telah meraih 11 gelar juara nasional, terdiri dari sembilan gelar pada era Perserikatan dan dua gelar pada era Liga Indonesia, yaitu 2001 dan 2018. Jika yang dimaksud secara khusus adalah Liga 1, Persija baru sekali menjadi juara dengan nama Liga 1, yakni pada 2018.
Gelar 2018 sangat istimewa karena mengakhiri puasa juara selama 17 tahun. Persija juga memenangkan Piala Presiden pada tahun yang sama, sehingga 2018 menjadi salah satu tahun terbaik dalam sejarah modern Macan Kemayoran.
Sementara itu, satu bintang di logo Persija bukan berarti Persija hanya memiliki satu gelar. Bintang tersebut mengikuti sistem yang digunakan Persija, yaitu satu bintang untuk 10 gelar juara nasional; dengan total 11 gelar, Persija masih menggunakan satu bintang.
Pada 2026, sejarah Persija masih berlanjut. 28 November 2026 akan menjadi ulang tahun ke-98, sementara klub memasuki era baru kompetisi Super League 2026/2027 dan menggunakan Jakarta International Stadium sebagai stadion yang tercatat di I.League.




