Theory of Reasoned Action (TRA)

Menurut Law (2010) The Theory of reasoned action (TRA) model menjelaskan suatu asal-usul di bidang psikologi sosial. Model ini dikembangkan oleh Fishbein dan Ajezen dalam Law (2010) yang mengatakan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh niat. Niat itu sendiri ditentukan oleh sikap dan norma-norma subjektif mereka terhadap perilaku. Attitude (Law, 2010)dijelaskan sebagai sikap terhadap perilaku yang dituangkan dalam perasaan positif atau negatif secara individu dalam bertindak.Hal ini ditentukan melalui penilaian dari keyakinan seseorang mengenai konsekuensi yang timbul dari perilaku dan evaluasi keinginan konsekuensi.Secara formal, sikap keseluruhan dapat dinilai sebagai akumulasi dari penilian keinginan konsekuensi tertentu dari individu untuk semua konsekuensi yang diharapkan dari perilaku (Law, 2010). Sedangkan Subjective norms adalah didefinisikan sebagai persepsi individu dari orang-orang penting untuk individu berpikir untuk melakukan pemikiran mereka.Kontribusi pendapat setiap rujukan yang diberikan dipertimbangkan dengan motivasi bahwa seseorang harus memenuhi keinginan rujukan itu. Oleh karena itu, secara keseluruhan norma subjektif dapat dinyatakan sebagai jumlah atau akumulasi dari penilaian motivasi persepsi tertentu bagi individu untuk semua acuan yang relevan (Law, 2010).

Hubungan Attitudes dan Subjects Norms dalam keinginan berprilaku seseorang dapat digambarkan seperti dibawah ini.

Lebih lanjut Law (2010) menjelaskan bahwa TRA digunakan sebagai model yang berhubungan antara attitudes dan pemilihan karir seseorang.Model ini memberikan suatu social psychological framework yang berguna menjelaskan jenis-jenis perilaku (Ajzen and Fishbein, 1980; Sheppard et al., 1988; Sable et al., 2006 dalam Law 2010), dan telah direkomendasikan sebagai suatu yang kerangka yang berguna untuk eksaminasi variabel-variabel yang mempengaruhi pemilihan karir (Cohen and Hanno, 1993 dalam Law 2010).

TRA yang mencirikan perilaku manusia sebagai sesuatu yang “disengaja” (intentional) dan rasional (rational).Dengan demikian, TRA dapat memprediksi bahwa niat siswa untuk mengejar karir menjadi akuntan publik maupun non akuntan publik harus sangat terkait dengan attitude dan subjectives norms terhadap karir tersebut. Dimana persepsi mahasiswa akan mempengaruhi minat berkarir menjadi akuntan publik dan non akuntan publik yang di pilih, dimana kelompok perilaku terdapat penghargaan finansial dan kelompok subjectives norms terdapat pertimbangan pasar kerja. Sedangkan gender memiliki keterkaitan dengan attitude dan subjectives norms.

Sumber Pustaka

Law, Philip K. 2010. A theory of reasoned action model of accounting students’ career choice in public accounting practices in the post-Enron. Journal of Applied Accounting Research.(11.1). hal. 58-73

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *