Theory of Planned Behavior (TPB)

Menurut Ajzen (1991) TPB adalah sebuah teori yang dirancang untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku manusia pada konteks yang spesifik. TPB merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) (Ajzen dan Fishbein,1980). Inti dari Theory of planned Behavior dan Theory of Reasoned Action adalah niat individu untuk melakukan perilaku tertentu.

Faktor sentral dalam TPB adalah intention (niat) individu untuk melakukan suatu perilaku. Niat (intention) dalam psikologi dimaksudkan oleh Ajzen (1991) untuk menangkap faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku. Ajzen (1991) menyebutkan: “Intention are assumed to capture the motivational factors that influence behavior; they are indications of how hard people are willing to try, of how much of an effort they are planning to exert, in order to perform the behavior.” Ajzen (1991) menjelaskan ada tiga faktor penentu niat yaitu: (1) sikap terhadap perilaku, (2) norma-norma subjektif mengenai perilaku, dan (3) keyakinan tentang kontrol seseorang atas perilaku tersebut. Sikap terhadap perilaku menunjukkan tingkatan seseorang mempunyai evaluasi yang baik atau yang kurang baik tentang perilaku tertentu.Norma subjektif adalah tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku.Kontrol perilaku adalah kesulitan atau kemudahan yang dirasakan dalam melakukan perilaku tertentu.

Model dari Theory of Planned Behavior (teori perilaku yang direncanakan) menurut Ajzen (1991) mengandung berbagai variabel yaitu:

1. Sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior)

Sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior) dibentuk dari kumpulan keyakinan individu atas perilaku yaitu hal-hal yang diyakini oleh individu mengenai sebuah perilaku dari segi positif dan negatif, sikap terhadap perilaku atau kecenderungan untuk bereaksi secara afektif terhadap suatu perilaku, dalam bentuk suka atau tidak suka pada perilaku tersebut.

2. Norma subjektif (subjective norm)

Norma subjektif diartikan tentang sejauh mana seseorang memiliki motivasi untuk mengikuti pandangan orang terhadap perilaku yang akan dilakukannya (normative belief). Kalau individu merasa itu adalah hak pribadinya untuk menentukan apa yang akan dia lakukan, bukan ditentukan oleh orang lain disekitarnya, maka dia akan mengabaikan pandangan orang tentang perilaku yang akan dilakukannya. Ajzen dan Fishbein (1975), menggunakan istilah “motivation to comply” untuk menggambarkan fenomena ini, yaitu apakah individu mematuhi pandangan orang lain yang berpengaruh dalam hidupnya atau tidak.

3. Kontrol perilaku yang dipersepsikan (perceived behavioral control)

Kontrol perilaku yang dipersepsikan (perceived behavioral control) adalah keyakinan (beliefs) bahwa individu pernah melaksanakan atau tidak pernah melaksanakan perilaku tertentu, individu memiliki fasilitas dan waktu untuk melakukan penelitian itu, kemudian individu melakukan estimasi atas kemampuan dirinya apakah dia punya kemampuan atau tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan perilaku tersebut serta bagaimana individu tersebut mengatasi setiap kesulitan yang menghambat pelaksanaan perilaku. Ajzen (2005) menamakan kondisi ini dengan “kontrol perilaku yang dipersepsikan” (perceived behavioral control).

4. Niat (Intention)

Niat untuk melakukan perilaku (intention) adalah kecenderungan seseorang untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu pekerjaan.Niat ini ditentukan oleh sejauh mana individu memiliki sikap positif pada perilaku tertentu itu dia mendapat dukungan dari orang-orang lain yang berpengaruh dalam kehidupannya serta kemudahan atau kesulitan yang dia rasakan untuk melakukan perilaku tertentu.

Menurut Theory of Planned Behavior, seseorang dapat bertindak berdasarkan niatnya hanya jika ia memiliki kontrol terhadap perilakunya (Ajzen, 2002). Teori ini tidak hanya menekankan pada rasionalitas dan tingkah laku manusia, tetapi juga pada keyakinan bahwa target tingkah laku berada di bawah kontrol kesadaran individu tersebut atau suatu tingkah laku tidak hanya bergantung pada niat seseorang, melainkan juga pada faktor lain yang tidak ada dibawah kontrol dari individu, misalnya ketersediaan sumber dan kesempatan untuk menampilkan tingkah laku tersebut (Ajzen,2005).

Sumber Pustaka

  1. Ajzen, I. 1991. The Theory of Planned Behavior.Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50 (2), 179-211.
  2. Ajzen, I. and M. Fishbein. 1975. Belief, Attitude, Intention and Behaviour: An introduction to Theory and Research. California: Addison-Wesley.
  3. Ajzen, I. 2005.Attitudes, Personality, and Behavior.Second Edition. England: Open University Press.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *