Pola Dasar dan Unsur Kalimat dalam Bahasa Inggris

Kalimat dalam bahasa Inggris dapat dibagi menjadi beberapa jenis dan pola, tergantung titik pandang tujuan atau kegunaan praktis yang diinginkan. Untuk tujuan identifikasi dan analisis kalimat dalam usaha memahami artinya, kalimat bahasa Inggris tersebut dikelompokkan menjadi enam pola dasar beserta unsur-unsurnya, yaitu:

  1. Subjek-Predikat; Contoh : Agus runs.
  2. Subjek-Predikat-Objek; Contoh: Agus drinks coffee.
  3. Subjek-Predikat-Pelengkap; Contoh: Agus is a diligent student.
  4. Subjek-Predikat-Keterangan; Contoh: Agus studies in the library.
  5. Subjek-Predikat-Objek-Pelengkap; Contoh: Agus opened the door quietly.
  6. Subjek-Predikat-Objek-Keterangan; Contoh: Agus read the book in the library.

Keenam pola dasar di atas dapat membentuk kalimat-kalimat bahasa Inggris yang kompleks dengan cara menggabungkan, memodifikasi, atau mensubstitusi unsur-unsurnya.  Dari  pola dasar di atas dapat dikategorikan  jenis kata atau bangun apa saja yang dapat menduduki posisi Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap, dan Keterangan. 

  1. Sebagai Subjek, Kata ganti, kata benda / kelompok kata benda, kata kerja+ing (gerund), to infinitive, wh-to infinitive, dan sub klausa benda 
  2. Sebagai Predikat,  Kata kerja I (+s / es), kata kerja II, to be (is, am, are, was, were), kata kerja bantu (will, can, may, must, have, had) 
  3. Sebagai Objek,  Sama seperti Subjek
  4. Sebagai Pelengkap,  Kata sifat, kelompok preposisi dan yang lain sama seperti Subjek 
  5. Sebagai Keterangan,  Kata keterangan, kelompok proposisi.  (letak keterangan bisa di awal, tengah atau akhir kalimat)
Bentuk kata kerja dan to be dalam bahasa Inggris berubah mengikuti perubahan waktu terjadinya peristiwa. Bentuk kata kerja yang menunjuk perubahan waktu ini disebut sebagai tenses. Ada enam belas tenses dalam bahasa Inggris, tetapi untuk daily conversation umumnya menggunakan lima tenses sebagai berikut:
  • Simple present tense, menyatakan sesuatu peristiwa atau kejadian yang terjadi berulang-ulang atau suatu kebiasaan, juga untuk menyatakan suatu kebenaran umum. 

Contoh: Agus drinks coffee every day.

  • Present continuous tense, menyatakan suatu peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung pada saat sekarang (sedang berlaku).  

Contoh: Agus drinking coffee now

  • Present perfect tense, menyatakan suatu peristiwa atau kejadian yang dilakukan di waktu lampau tetapi masih ada hubungannya dengan waktu sekarang, atau kejadian yang baru saja dilakukan, tapi waktunya tidak disebutkan. 

Contoh: I have drunk coffee since 2008

  • Simple past tense, menyatakan suatu pekerjaan atau peristiwa di waktu lampau 

Contoh: Agus drank coffee yesterday.

  • Simple future tense, menyatakan suatu pekerjaan atau kejadian yang belum terjadi dan akan terjadi di masa yang akan datang.

Contoh: Agus will drink coffee tomorrow.

You May Also Like

About the Author: Webagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *