Partisipasi Anggaran, Senjangan Anggaran, Group Kohesivitas, dan Gaya Kepemimpinan

Partisipasi Anggaran dan Senjangan Anggaran

Falikhatun (2007) menyatakan bahwa partisipasi penganggaran berpengaruh positif terhadap senjangan anggaran. Young dalam Falikhatun (2007) menyatakan partisipasi anggaran menyebabkan senjangan anggaran. Adanya partisipasi anggaran maka akan menyebabkan melonggarkan anggaran yang disusun agar mudah dicapai dengan menurunkan pendapatan dan menaikkan biaya pada proses penyusunan anggaran. Coryanata (2006: 2013) juga menemukan adanya pengaruh positif antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran.

Group Kohesivitas

Konsep kohesivitas penting untuk pemahaman sebuah kelompok dalam organisasi. Semakin para anggota kelompok saling tertarik dan makin sepakat terhadap sasaran kelompok, maka akan semakin lekat atau semakin kohesif kelompok tersebut. Tingkat kohesivitas bisa mempunyai akibat positif atau negatif tergantung seberapa baik tujuan kelompok sesuai dengan tujuan organisasi formal. Bila kohesivitas tinggi dan kelompok menerima serta sepakat dengan tujuan formal organisasi, maka perilaku kelompok akan positif ditinjau dari sisi organisasi formal. Tetapi bila kelompok sangat kohesif tetapi tujuannya tidak sejalan dengan organisasi formal, maka perilaku kelompok akan negatif ditinjau dari sisi organisasi formal (Robbins, 1996). Dalam kaitannya dengan proses partisipasi penyusunan anggaran, apabila tujuan kelompok dengan kohesivitas yang tinggi sesuai dengan tujuan manajemen organisasi, maka perilaku kelompok terhadap organisasi akan positif dan cenderung untuk tidak menciptakan senjangan anggaran.

Gaya Kepemimpinan

Dalam mengklasifikasikan gaya kepemimpinan, Fiedlers telah mengembangkan suatu indeks yang disebut skala the Least-Preferred Coworker (LPC). Skor LPC tinggi menunjukkan bahwa pemimpin memiliki orientasi hubungan antar manusia, sedangkan skor LPC rendah menunjukkan orientasi tugas. Apabila pemimpin berorientasi pada hubungan yaitu pemimpin mempunyai hubungan baik dengan bawahannya, maka bawahan akan merasa bebas dan tidak akan takut jika mereka membuat suatu senjangan. Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Ikhsan (2007) dan Yunas (2010) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan memperkuat hubungan partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Berbeda dengan hasil yang didapatkan Ramadhina (2007), Himawan dan Ika (2010), Widyaningsih (2011), dan Rosalina (2012) yang menyatakan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat memperlemah hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Sedangkan Dismayanti (2009) dan Merril (2010) menyatakan partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran tidak dimoderasi oleh gaya kepemimpinan.

Sumber Pustaka

  • Himawan, Albertus Kukuh dan Ika, Ardianu S. 2010. Pengaruh Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Dan Job Relevant Information (JRI) Terhaap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Manajerial. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.5 No. 9
  • Coryanata, Isma, 2006. Desentralisasi dan Komitmen Organisasi sebagai Pemoderasi Hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kinerja Manajerial pada Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Jurnal Akuntansi  dan Investasi FE UMY Yogyakarta, Vol. 1 Januari. Hal 73-88
  • Robbins, Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi. Terjemahan. Jakarta: PT Prenhallindo.
  • Ikhsan, Arfan dan Ana. 2007. Pengaruh Partispasi Angggaran Terhadap Senjangan Angggaran Dengan Menggunakan 5 Variabel Pemoderasi. Symposium Nasional Akuntansi X Makasar.
  • Ramadhina, Westhi. 2007. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhaap Senjangan Anggaran Dengan Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Payakumbuh). Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.
  • Widyaningsih, Aristanti. 2011. Moderasi Gaya Kepemimpinan atas Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Budgetary Slack. Fokus Ekonomi Vol.6 No.1.h:1–18
  • Rosalina. 2012. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran (Budgetary Slack) Dengan Informasi Asimetri, Gaya Kepemimpinan, Dan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Pemerintah Kota Dumai). Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *