Motivasi Kerja, Komitmen Organisasi, Disiplin Kerja, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawan

Motivasi Kerja

Motivasi dalam arti umum adalah dorongan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Morrison (1993) memberikan pengertian motivasi sebagai kecenderungan seseorang melibatkan diri dalam kegiatan yang mengarah pada sasaran. Motivasi merupakan hal yang vital bagi individu agar dapat melakukan yang terbaik. Karyawan diberikan kesempatan untuk meraih  kinerja yang baik dengan keterampilan yang diperlukan, namun efektivitas hasil yang dicapai tergantung pada motivasi karyawan itu sendiri. Pemberian motivasi dengan tepat akan dapat mendorong orang lebih bersemangat dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi menurut Gibson et al, (1997) adalah identifikasi rasa dan keterlibatan loyalitas yang diungkapkan oleh pekerja terhadap organisasinya atau unit organisasi. Komitmen organisasional ditunjukan dalam sikap penerimaan, keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan sebuah organisasi, begitu juga adanya dorongan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi demi tercapainya tujuan organisasi.

Disiplin Kerja

Disiplin Kerja berasal dari bahasa Latin yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat (Martoyo,1990) mengartikan disiplin kerja sebagai sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku. Hasibuan (1995) mengartikan kedisiplinan sebagai kesadaran dan kesediaan seorang menanti semua peraturan dan norma-norma yang berlaku. Matutina (1995) mengartikan disiplin kerja sebagai sikap mental yang menatap yang mengandung kerelaan, kewajiban dan kekerasan untuk memenuhi ata menaati segala peraturan perundang-undangan, norma-norma yang berlaku dan yang telah disepakati bersama.

Kepuasan Kerja

Kepuasan Kerja adalah perasaan senang atau tidak senang yang relatif berbeda dari pemikiran objektif dan keinginan perilaku. Kepuasan Kerja menunjukkan kesesuaian antara harapan seseorang yang timbul dan imbalan yang disediakan pekerjaan. Kepuasan kerja ialah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya Hasibuan (2007). Setiap individu memilki kepuasan yang berbeda begitu juga dalam kepuasan kerja. Kreitner and Kinicki (2005) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sebagai efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.

Kinerja Karyawan

Kinerja adalah terjemahan dari performance yang berasal dari bahasa inggris yang artinya  kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan menenkankan pada peningkatan kualitas dan pemahaman dari perubahan yang dibutuhkan (Handoko, 2002). Kinerja menurut Mangkunegara (2001) adalah hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penilaian kinerja dapat dipakai untuk mengukur kegiatan-kegiatan organisasi dalam pencapaian tujuan dan juga sebagai bahan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja organisasi merupakan suatu prestasi kerja dan proses penyelenggaraan untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Sumber Pustaka

  • Gibson, James L, John M, James H, Donnelly. 1997. Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta: Erlangga.
  • Handoko, T.H 2002. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Pertama. Yogyakarta. BPFE.
  • Hasibuan, Malayu. S.P.1995. ManajemenSumber Daya Manusia : Dasar danKunci Keberhasilan. Jakarta: Toko Gunung Agung.
  • Hasibuan, Melayu. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
  • Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2001. Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Martoyo, Susilo. 1990. Manajemen Sumber Daya Manusia. BPFE. Yogyakarta.
  • Matutina, Domi. 1995. Manajemen Personalia. Rineka Cipta. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *