Menentukan Nilai Resistor Pembatas untuk Rangkaian LED

Pendahuluan

LED (Light Emitting Diode) atau Dioda Pemancar Cahaya merupakan komponen elektrinika yang memancarkan cahaya apabila diberi tegangan selesar 1,8 Volt dengan arus sebesar 1,5 mA. LED banyak sebagai lampu indikator atau sebagai peraga display. LED dibuat dari bahan plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila diberi tegangan listrik rendah, biasanya sekitar 1,8 volt DC.

Terdapat bermacam-macam warna dan bentuk LED yang disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. bentuk fisik dan simbol dari LED dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Bentuk Fisik dan Simbol LED

Resistor merupakan komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau tahanan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah Ohm (Ω). Sebutan Ohm ini diambil dari nama penemunya yaitu George Simon Ohm yang juga merupakan seorang Fisikawan Jerman.

Ketika menggunakan suatu LED pada suatu rangkaian elektronika, maka diperlukan resistor pembatas yang dipasang secara seri. Sebagai contoh, sebuah LED akan menyala normal apa bila diberi tegangan 1,8 Volt dan arus 5 mA sampai dengan 20 mA. Dengan keaadan seperti ini, saat LED tersebut digunakan untuk rangkain Arduino debgan keluaran (output) tegangan 5 volt, maka perlu diberi tahanan atau hambatan dan tidak dapat dipasang langsung dengan pin Arduino agar tidak merusak LED.

Penentuan Nilai tahanan Resistor untuk LED

Dalam penentuan nilai tahanan resistor pembatas dari LED, kita dapat menggunakan rumus berbasis hukum Ohm sebagai berikut.

R=\frac{\left ( Vs-Vf \right )}{I}

Dimana : R adalah besar nilai tahanan pembatas (ohm), Vs adalah tegangan suplay (tengangan keluaran Arduino, 5 volt), Vf adalah tegangan forward bias (bias maju) LED, misalnnya 1,7 Volt, dan I adalah arus yang dibutuhkan atau arus bias maju LED, misalnya I = 20 mA = 0,02 mA).

Dengan menggunakan rumus tersbut, maka nilai tahanan pembatas (R) dapat dihitung sebagai berikut.

R=\frac{\left ( 5-1,7 \right )}{0,02}=165\Omega

Dari hasil perhitungan diperoleh nilai tahanan pembatas sebesar 165 Ohm. Dengan demikian kita bisa memilih resistor pembatas dengan nilai habatan tersebut untuk rangkaian LED.

About the Author: Webagus

webagus.id adalah website yang menyajikan berbagai artikel dari berbagai bidang ilmu. Melalui slogannya "Saluran Artikel Bagus" website webagus.id berusaha menyajikan artikel-artikel bagus dari berbagai sumber.