Besaran, Sistem Satuan, dan Dimensi Besaran

Besaran

Dalam ilmu fisika, besaran-besaran dapat dinyatakan dengan besaran lain yang lebih sederhana, misalnya besaran gaya dinyatakan dengan besaran massa, panjang, dan waktu. Ketiga besaran tersebut tidak dapat dinyatakan dengan besaran lain yang lebih sederhana. Besaran massa, panjang, dan waktu dinamakan besaran pokok (besaran dasar), sedangkan besaran-besaran lain dinamakan besaran turunan.

Sistem Satuan

Pengukuran terhadap sifat-sifat fisis dilakukan dengan membandingkan besaran yang akan diukur dengan suatu besaran standar yang dinyatakan dengan bilangan dan satuannya. Besaran standar hanya diberikan untuk besaran pokok saja. Besaran-besaran pokok yang diakui berdasarkan perjanjian internasional beserta satuannya (sistem Internasional atau SI) disajikan pada Tabel berikut ini.

Besaran Satuan Simbol
Panjang Meter m
Massa Kilogram kg
Waktu Detik/sekon s
Arus Listrik Ampere A
Temperatur Kelvin K
Jumlah Zat Mole mol
Intensitas Cahaya Kandela cd
Sudut Datar Radian rad
Sudut Ruang steradian sterad

Selain satuan SI di atas, terdapat sistem satuan lain yang sering digunakan seperti disajikan pada Tabel di bawah ini.

Sistem Satuan Panjang Waktu Massa Gaya
Dinamis Besar (mks) M s kg newton
Dinamis Kecil (cgs) cm s gr dyne
Inggris Absolut ft s lbm pdf
Inggris Teknik ft s slug lbf

Dimensi Besaran

Dalam fisika, kata dimensi mempunyai arti yang khusus yang digunakan untuk menunjukkan besaran fisis secara kualitatif, misalnya jarak yang diukur dengan satuan meter atau feet (ft), dikatakan bahwa jarak tersebut mempunyai dimensi panjang. Dalam mekanika, semua besaran dapat dinyatakan dengan besaran pokok yaitu panjang, massa, dan waktu. panjang dimensinya [L], massa [M], waktu [T], sedangkan besaran yang lain dapat dinyatakan dengan menggabungkan ketiga dimensi tersebut. Sebagai contoh :

Dimensi Kecepatan =Dimensi PanjangDimensi Waktu=[L][T[=[L][T]1

 

Seringkali hasil pengamatan terhadap peristiwa fisis yang dinyatakan dalam persamaan yang rumit dapat diuji kebenarannya secara kualitatif dengan metode analisis dimensi.

Contoh, persamaan Gaya adalah F = ma atau F = kx atau F = mg

Apapun bentuk persamaannya, gaya harus mempunyai dimensi [MLT]-2. Dengan kata lain, besaran yang mempunyai dimensi [MLT]-2 adalah gaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *